kesaksian-mahasiswa-mengenai-penembakan-brown-university

Kesaksian Mahasiswa Mengenai Penembakan Brown University. Tragedi penembakan massal mengguncang kampus Brown University di Providence, Rhode Island, pada Sabtu, 13 Desember 2025. Insiden yang terjadi di gedung Barus and Holley, pusat teknik dan fisika, menewaskan dua mahasiswa dan melukai sembilan lainnya, semuanya mahasiswa. Penembakan berlangsung saat periode ujian akhir semester, tepatnya di sebuah ruang kelas lantai satu selama sesi review. Pelaku, seorang pria berpakaian serba hitam, kabur dari lokasi dan hingga kini masih diburu oleh ratusan petugas penegak hukum. Kampus langsung lockdown, dan perintah shelter in place diberlakukan untuk area sekitar. Kejadian ini menjadi pukulan berat bagi komunitas universitas bergengsi Ivy League tersebut. MAKNA LAGU

Kronologi Kejadian: Kesaksian Mahasiswa Mengenai Penembakan Brown University

Semuanya bermula sekitar pukul 16.00 waktu setempat, ketika laporan tembakan masuk ke polisi. Mahasiswa sedang mengikuti ujian atau sesi persiapan di gedung tersebut, yang memiliki banyak laboratorium dan ruang kelas. Pelaku masuk dan langsung menembak di sebuah kelas, menyebabkan kepanikan massal. Beberapa mahasiswa mendengar suara tembakan berulang dan langsung berlari mencari perlindungan. Universitas mengirim alert darurat pukul 16.22, meminta semua orang untuk berlari, bersembunyi, atau melawan sebagai upaya terakhir. Awalnya ada informasi salah bahwa tersangka ditangkap, tapi segera dikoreksi bahwa pelaku masih bebas. Polisi merilis video pengawasan menunjukkan pria berpakaian gelap keluar dari sisi Hope Street. Pencarian intensif melibatkan lebih dari 400 personel, termasuk FBI, dengan pemeriksaan rumah ke rumah di lingkungan sekitar.

Kesaksian Para Mahasiswa: Kesaksian Mahasiswa Mengenai Penembakan Brown University

Para mahasiswa yang selamat memberikan gambaran mencekam tentang detik-detik kejadian. Seorang mahasiswi bernama Katie Sun sedang belajar di gedung yang sama saat mendengar tembakan berulang. Ia langsung berlari ke asramanya, meninggalkan barang-barangnya. Mahasiswa lain, Lydell Dyer, yang bekerja di gym kampus, mengumpulkan 154 orang ke lantai atas, mematikan lampu, dan menutup tirai untuk bersembunyi dalam kegelapan. Ia menyebut update dari universitas terasa samar, sehingga mereka saling bertukar informasi. Chiang-Heng Chien, yang berada di lab bersama tiga teman, langsung bersembunyi di bawah meja selama dua jam. Zoe Weissman, mahasiswa tahun kedua, merasa marah karena ini pengalaman keduanya menghadapi kekerasan senjata. Kesaksian mereka menyoroti rasa takut, ketidakpastian, dan ketergantungan pada pesan teks serta media sosial untuk update situasi.

Respons Pihak Berwenang dan Dampaknya

Pihak berwenang bereaksi cepat dengan mengerahkan sumber daya besar. Wali Kota Providence Brett Smiley dan presiden universitas Christina Paxson menggelar konferensi pers, menyatakan duka mendalam dan memastikan korban dirawat di rumah sakit terdekat, dengan sebagian besar dalam kondisi kritis tapi stabil. Ujian akhir dibatalkan untuk hari berikutnya, dan evakuasi bertahap dilakukan ke tempat aman seperti pusat kebugaran kampus. Polisi menegaskan tidak ada ancaman tambahan, meski shelter in place tetap berlaku hingga malam. Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan senjata di kampus Amerika, memicu perdebatan soal keamanan gedung dan akses senjata. Komunitas kampus, termasuk orang tua dan alumni, menyuarakan kesedihan dan tuntutan tindakan lebih tegas.

Kesimpulan

Penembakan di Brown University meninggalkan luka mendalam bagi ribuan mahasiswa, staf, dan keluarga korban. Dengan pelaku masih buron, fokus kini pada penyelidikan menyeluruh dan dukungan bagi yang terdampak. Kesaksian para mahasiswa menggambarkan betapa rapuhnya rasa aman di tempat yang seharusnya jadi rumah kedua. Insiden ini sekali lagi mengingatkan urgensi mengatasi kekerasan senjata di Amerika, sambil mengharapkan keadilan bagi korban. Komunitas Brown tetap solid dalam menghadapi duka ini, tapi pertanyaan besar soal pencegahan kejadian serupa tetap menggantung.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *