Badai Byron di Gaza: 12 Orang Tewas & 27 Ribu Tenda Rusak. Badai Byron menerjang Jalur Gaza sejak 10 Desember 2025, membawa hujan deras, angin kencang, dan banjir yang memperburuk kondisi pengungsi. Hingga 12 Desember, setidaknya 12 orang tewas akibat hipotermia, runtuhnya bangunan rusak perang, dan tembok yang ambruk menimpa tenda. Lebih dari 27 ribu tenda pengungsian rusak parah, terendam banjir, atau tersapu angin, mempengaruhi ratusan ribu warga yang sudah mengungsi dua tahun akibat konflik. Badai ini menambah lapisan penderitaan baru bagi penduduk Gaza yang hidup di tempat penampungan sementara. BERITA VOLI
Kronologi dan Korban Jiwa: Badai Byron di Gaza: 12 Orang Tewas & 27 Ribu Tenda Rusak
Badai dimulai dengan hujan lebat pada Rabu malam, langsung membanjiri kamp-kamp tenda di berbagai wilayah seperti Khan Younis, Deir el-Balah, dan Gaza City. Beberapa korban tewas karena kedinginan ekstrem, termasuk anak-anak yang tinggal di tenda basah atau reruntuhan rumah. Lainnya meninggal saat tembok atau bangunan roboh akibat curah hujan tinggi yang melemahkan struktur sudah rusak. Tim penyelamat menerima ribuan panggilan darurat, tapi terhambat kekurangan peralatan dan bahan bakar. Banjir juga mencemari air dengan limbah, meningkatkan risiko penyakit.
Kerusakan Tenda dan Dampak pada Pengungsi: Badai Byron di Gaza: 12 Orang Tewas & 27 Ribu Tenda Rusak
Sekitar 27 ribu tenda rusak atau hancur, membuat lebih dari 250 ribu orang kehilangan tempat berlindung sementara. Banyak keluarga terpaksa evakuasi barang basah dan mencari tempat kering, tapi opsi terbatas. Tenda yang ada sebagian besar sudah usang, tak tahan angin dan air. Banjir menggenangi jalan kamp, merusak barang pribadi, dan membuat suhu dingin semakin menusuk. Pengungsi, termasuk lansia dan anak kecil, paling rentan terhadap hipotermia serta infeksi pernapasan.
Tantangan Penanganan dan Bantuan
Tim pertahanan sipil berjuang keras evakuasi korban dan pompa air, tapi keterbatasan alat berat menghambat respons cepat. Kekurangan tenda baru, selimut hangat, dan bahan perlindungan musim dingin memperparah situasi. Badai ini soroti bahwa meski ada gencatan senjata, kebutuhan dasar pengungsi belum terpenuhi sepenuhnya. Upaya bantuan darurat terus dilakukan, tapi cuaca buruk diprediksi berlanjut beberapa hari.
Kesimpulan
Badai Byron yang menewaskan 12 orang dan merusak 27 ribu tenda jadi tragedi tambahan bagi warga Gaza yang sudah lama menderita. Kejadian ini tekankan urgensi bantuan musim dingin yang lebih masif untuk lindungi pengungsi dari cuaca ekstrem. Semoga respons cepat dari berbagai pihak bisa kurangi dampak lebih lanjut, dan situasi segera membaik agar keluarga-keluarga bisa bertahan dengan aman. Perdamaian jangka panjang tetap harapan utama untuk akhiri penderitaan ini.