DPR Minta MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah. Anggota DPR dari Komisi IX kembali menyuarakan permintaan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah selama libur akhir tahun 2025-2026. Wakil Ketua Komisi IX seperti Yahya Zaini dan Charles Honoris menilai pelaksanaan program saat tidak ada kegiatan belajar mengajar kurang efektif dan berpotensi boros. Di sisi lain, Badan Gizi Nasional tetap melanjutkan distribusi dengan skema khusus, meski menu sering berupa makanan siap santap atau kemasan. Isu ini mencuat jelang libur Natal dan Tahun Baru, ketika sekolah tutup hingga awal Januari, memicu debat tentang prioritas anggaran dan manfaat nyata program. BERITA BASKET
Alasan DPR Minta Penghentian: DPR Minta MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah
Beberapa wakil ketua Komisi IX DPR menyoroti inefisiensi MBG saat libur sekolah. Yahya Zaini menyebut distribusi makanan saat anak tidak bersekolah memberatkan orang tua, karena harus mengeluarkan biaya transportasi untuk mengambil paket ke sekolah atau satuan pelayanan. Menu yang disediakan sering bukan makanan segar dimasak, melainkan siap santap seperti buah, susu, atau kemasan, sehingga kurang optimal untuk perbaikan gizi jangka panjang.
Charles Honoris khawatir program dipaksakan hanya untuk mengejar serapan anggaran akhir tahun, bukan manfaat bagi anak. Ia menyarankan anggaran dialihkan sementara ke kebutuhan mendesak, seperti bantuan korban bencana banjir di Sumatra. Anggota lain menekankan bahwa saat libur, orang tua lebih bertanggung jawab atas gizi anak di rumah, sehingga MBG berisiko tidak tepat sasaran.
Skema Penyaluran Saat Libur: DPR Minta MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah
Badan Gizi Nasional tetap menjalankan MBG dengan alternatif fleksibel. Untuk anak sekolah, satuan pelayanan melakukan inventarisasi jumlah siswa yang bersedia datang mengambil makanan. Di awal libur, diberikan paket siap santap maksimal empat hari, seperti telur, buah, susu, atau dendeng. Selanjutnya, jika siswa mau datang, distribusi dilanjutkan di sekolah; jika tidak, ada opsi pengambilan oleh orang tua atau mekanisme lain yang sedang dirancang.
Program untuk ibu hamil, menyusui, dan balita berjalan normal tanpa gangguan. Pejabat badan menegaskan tidak ada pemaksaan bagi anak datang ke sekolah saat libur, dan sekolah bisa menolak jika tidak menghendaki. Tujuan utama tetap mencegah penurunan asupan gizi selama libur panjang.
Dampak dan Saran Evaluasi
Pelaksanaan MBG saat libur menuai pro kontra di masyarakat. Beberapa wali murid merasa merepotkan, sementara yang lain menghargai upaya pemerintah menjaga kontinuitas gizi. Kritik juga muncul soal kualitas menu kemasan yang dinilai kurang bergizi dibanding makanan segar. DPR mendorong evaluasi menyeluruh agar program lebih berorientasi pada kebutuhan nyata, bukan target administratif.
Saran lain termasuk kesepakatan antara badan gizi, sekolah, dan orang tua sebelum distribusi. Jika dihentikan sementara untuk anak sekolah, anggaran bisa dialihkan ke prioritas lain tanpa mengganggu sasaran utama seperti kelompok rentan.
Kesimpulan
Permintaan DPR untuk menghentikan MBG bagi anak sekolah saat libur akhir tahun mencerminkan kepedulian terhadap efisiensi dan manfaat program. Meski badan gizi tetap melanjutkan dengan skema alternatif, debat ini menjadi momentum evaluasi agar MBG lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, tujuan utama memperbaiki gizi generasi muda harus diutamakan melalui pendekatan fleksibel dan prioritas yang jelas. Dengan dialog antarpihak, program ini diharapkan semakin optimal mendukung kesehatan anak Indonesia tanpa beban tambahan bagi masyarakat.