20-tentara-tewas-dalam-perang-lawan-kelompok-di-kongo

20 Tentara Tewas Dalam Perang Lawan Kelompok di Kongo. Konflik bersenjata di Republik Demokratik Kongo (RDC) terus menelan korban jiwa, dengan serangan terbaru yang tewaskan setidaknya 20 tentara pemerintah. Pada 2 Desember 2025, kelompok pemberontak M23, yang diduga didukung Rwanda, serang posisi Angkatan Bersenjata RDC (FARDC) dan milisi pro-pemerintah Wazalendo di wilayah Kaziba, Kabupaten Walungu, Provinsi Sulawesi Selatan Kivu. Bentrokan ini bagian dari eskalasi sejak awal 2025, saat M23 kuasai Goma dan wilayah mineral kaya di timur RDC. Laporan Critical Threats sebut serangan ini libatkan senjata berat, tewaskan 20 orang—termasuk tentara FARDC—dan lukai puluhan warga sipil. Di tengah gencatan senjata rapuh yang dimediasi AS pada Juni 2025, insiden ini picu tuduhan pelanggaran, tambah ketegangan antara Kongo dan Rwanda. Bagi warga Kongo timur, yang sudah kehilangan jutaan nyawa sejak 1990-an, ini jadi babak duka baru di konflik terpanjang Afrika. BERITA BOLA

Jalannya Serangan M23 di Kaziba: 20 Tentara Tewas Dalam Perang Lawan Kelompok di Kongo

Serangan dimulai pagi 2 Desember, saat M23 gunakan senjata ringan dan berat untuk serbu posisi FARDC-Wazalendo dekat Lwanguku, ibu kota Kaziba. Kelompok Tutsi-led ini, yang kuasai Kaziba sejak April 2025, coba maju ke Lubarika dan Luvungi untuk blokir jalur RN5 ke Uvira. FARDC balas pakai drone dan jet tempur, klaim tolak serangan dan tewaskan puluhan pemberontak. Tapi, laporan lokal sebut M23 kuasai Lubarika sementara, tewaskan 20 tentara FARDC di lima desa. Bentrokan lanjut 3 Desember di Bafuliru, dengan M23 tuduh FARDC dukung kelompok Hutu FDLR—penjahat genosida Rwanda 1994. Warga sipil jadi korban: puluhan luka, rumah bakar, dan ribuan mengungsi ke hutan. Ini serangan ke-15 M23 sejak November, bagian kampanye kuasai mineral coltan dan emas di Kivu selatan.

Konteks Konflik M23 dan Dukungan Rwanda: 20 Tentara Tewas Dalam Perang Lawan Kelompok di Kongo

M23 bangkit 2022 sebagai penerus pemberontak Tutsi 2012, klaim lindungi etnis mereka dari diskriminasi pemerintah Kongo. Tapi, PBB dan AS tuduh Rwanda kirim 3.000-4.000 tentara RDF dukung M23, lengkap drone Turki Bayraktar TB2 dan misil China SHORAD. Rwanda tolak tuduhan, bilang FARDC kolaborasi FDLR—kelompok Hutu radikal. Eskalasi 2025 picu M23 kuasai Goma Januari, usir ribuan pengungsi dan tewaskan ratusan sipil. Gencatan senjata Juni 2025, mediasi AS, janji hentikan permusuhan, tapi pelanggaran lanjut—seperti bom kamp pengungsi Mei yang tewaskan 12 orang. Konflik ini akarnya Perang Kongo kedua (1998-2003), tewaskan 5 juta jiwa, libatkan sembilan negara Afrika. Kini, 120 kelompok bersenjata bersaing mineral, picu pemerkosaan massal dan pengungsian 7 juta orang.

Dampak pada Warga dan Respons Internasional

Serangan Kaziba tambah derita sipil: 20 tentara tewas, puluhan warga luka, dan desa Kaziba hancur—ekonomi mineral lumpuh, tambah kemiskinan ekstrem. HRW laporkan M23 eksekusi 140 sipil Juli 2025 dekat Taman Nasional Virunga, termasuk perempuan dan anak. Pengungsi 1,5 juta di Kivu utara andalkan bantuan PBB, tapi akses sulit gara-gara blokade. Respons internasional tegas: AS host pertemuan presiden Kongo Félix Tshisekedi dan Rwanda Paul Kagame 4 Desember untuk tanda tangani kerangka damai. PBB perpanjang mandat MONUSCO Desember 2024, tapi pasukan biru helm dituduh gagal lindungi sipil. Uni Eropa sanksi pejabat Rwanda dukung M23, sementara ICC selidiki kejahatan perang sejak 2022. Kongo tuntut Rwanda di Pengadilan Afrika Timur, tapi Rwanda balik tuduh Kinshasa dukung FDLR.

Kesimpulan

Kematian 20 tentara FARDC di Kaziba jadi pukulan baru dalam perang M23 yang tewaskan ribuan sejak 2025—konflik Tutsi-Hutu yang akarnya genosida Rwanda 1994. Dari drone Rwanda hingga eksekusi sipil, ini siklus kekerasan yang hancurkan Kongo timur. Respons AS dan PBB beri harapan damai, tapi pelanggaran gencatan senjata tunjukkan jalan panjang. Bagi 7 juta pengungsi, mineral kaya jadi kutukan—bukan berkah. Kongo butuh dialog sungguh-sungguh, bukan senjata. Semoga pertemuan 4 Desember jadi titik balik, dan Kivu selatan bangkit dari duka—bukan tambah korban. Perdamaian Afrika timur layak diperjuangkan, demi generasi yang lelah perang.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *